Metode Farmakologi 4

Antibiotik digunakan untuk membasmi mikroba penyebab terjadinya infeksi. Gejala infeksi terjadi akibat gangguan langsung oleh mikroba dan berbagai zat toksik yang dihasilkan mikroba. E. coli merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang, dan merupakan bakteri patogen oportunistik, artinya bakteri E. coli dapat bertindak sebagai bakteri patogen apabila bakteri E. coli berada pada habitat yang tidak sesuai dan dalam jumlah yang banyak, contohnya di saluran kemih. 

Gentamicin mertupakan antibiotik golongan aminoglikosid yang menghambat sintesis protein dengan cara mengikat sub unit ribosom 30S.

Link Youtube Pertemuan keempat "Prinsip Prinsip Metode Pengujian Antibiotika Secara Mikrobiologi"

https://youtu.be/LDTGb6OQdFs 

Komentar

  1. bagaimana jika antibiotik tidak dapat membunuh atau membasmi mikroba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat antibiotik seolah bukan lagi lawan yang sepadan bagi mikroba tersebut karena adanya resistensi antimikroba. Resistensi obat antimikroba adalah keadaan saat mikroba tidak lagi merespon aobat-obatan yang dirancang untuk membunuh mikroba tersebut. Pengobatan resistensi antibiotik akan disesuaikan dengan hasil tes sensitivitas antibiotik. Dokter bisa meresepkan dua jenis antibiotik atau lebih untuk membunuh bakteri tersebut. Antibiotik yang diberikan bisa berupa obat minum atau suntik, sesuai kondisi pasien.
      Selama pengobatan, pasien disarankan untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dosis pada jam yang sama setiap harinya. Penting untuk diingat, pasien harus meminum antibiotik sampai habis meski gejala sudah mereda.
      Selain itu, pasien juga disarankan untuk menghindari kontak dengan orang lain, serta rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

      Hapus
  2. akan terjadi apa jika gejala infeksi terjadi akibat gangguan langsung oleh mikroba dan zat toksik yang dihasilkan oleh mikroba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Antibiotik digunakan untuk membasmi mikroba penyebab terjadinya infeksi. Gejala infeksi terjadi akibat gangguan langsung oleh mikroba dan berbagai zat toksik yang dihasilkan mikroba. Antibiotik yang digunakan untuk membasmi mikroba penyebab penyakit pada manusia, harus memiliki sifat toksik selektif. Artinya, antibiotik harus bersifat toksik untuk mikroba, tetapi relatif tidak toksik untuk hospes atau inang. Toksisitas selektif tergantung kepada struktur yang dimiliki sel bakteri dan manusia. Dinding bakteri yang tidak dimiliki oleh sel manusia membuat antibiotik dengan mekanisme kegiatan pada dinding sel bakteri mempunyai toksisitas selektif relatif tinggi.

      Hapus
  3. Mengapa bisa terjadi nefrotoksisitas pada gentamicin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gentamisin secara selektif terakumulasi di sel-sel kortikal ginjal dan dapat menyebabkan kerusakan tubulus proksimal dan disfungsi glomerulus. Nefrotoksisitas terjadi karena gentamisin masuk kedalam ginjal mencapai maksimal di kortek ginjal dan sel tubulus, melalui proses endositosis dan sequestration, gentamisin berikatan dengan lisosom sampai membentuk myeloid body atau lisosom sekunder dan fosfolipidosis, kemudian membran lisosom pecah dan melepas asam hidrolase sehingga mengakibatkan kematian sel. Gejala yang paling sering timbul akibat nefrotoksisitas gentamisin adalah gagal ginjal non-oligurik yang memburuk secara bertahap dalam beberapa hari, disertai proteinuria dan peningkatan kadar urea dan kreatinin darah. Efek ini terjadi tergantung pada dosis dan biasanya bersifat reversible

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 13

Kimia Medisinal 9

Kimia Medisinal 4