Metode Farmakologi 6

Respon imun terhadap dengue beragam baik di infeksi primer dan infeksi sekunder serta antar perseorangan, sehingga beberapa teknik sering digunakan dalam gabungan untuk menetapkan kasus dengue tertentu. Sebagian besar penderita infeksi virus dengue mengalami ketidak-nyamanan hubungan lambung- usus (gastrointestinal discomfort), seperti mual, muntah dan murus (diare). Hal ini menunjukkan keterlibatan GALT, yaitu isotipe antibodi dominan di tatanan kebalan selaput lendir (sistem imun mukosa) adalah IgA. Di samping itu, IgA merupakan antibodi yang terbanyak kedua di serum setelah IgG.

IgA, yang memiliki bangun (struktur) monomer dan biasanya dihasilkan setelah perubahan golongan (class switching), akan memberikan daya gabung (afinitas) yang tinggi dan kemauan (aviditas) yang rendah terhadap antigen, sehingga lebih khas.

Link Youtube Pertemuan ke-6

https://youtu.be/QsKnlZlRQYc





Komentar

  1. Mengapa pada ig A pengingkatannya lebih singkat dibanding Ig M pada saat pasien menderita DbD?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil dalam salah satu penelitian menunjukkan bahwa infeksi virus dengue memunculkan antibodi serum IgA serta IgM pada pasien, tetapi IgA bertahan untuk jangka waktu yang lebih singkat. Dengan demikian, adanya IgA dan IgM menunjukkan fase awal infeksi virus dengue, dan memastikan infeksi virus dengue bahkan dengan satu sampel serum, ketika pasien demam berdarah adalah infeksi primer. Namun, perlu dicatat bahwa tidak adanya IgA tidak serta merta menyingkirkan infeksi virus dengue.

      Hapus
  2. Bagaimana peran masing masing imunoglobulin A,G,M pada penderita demam berdarah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Immunoglobulin A (IgA) adalah antibodi yang memegang peranan penting pada pertahanan tubuh terhadap masuknya mikroorganisme melalui lubang-lubang di permukaan tubuh. IgA merupakan sistem pertahanan tubuh lapis pertama. IgA memiliki 3 fungsi utama, yaitu mencegah mikroba masuk kedalam tubuh, mengikat mikroba yang hendak masuk kedalam tubuh dan mengeluarkan mikroba dari dalam tubuh.
      Immunoglobulin G (IgG) adalah jenis antibodi yang paling umum, dihasilkan pada pemaparan antigen berikutnya. IgG membentuk respon antibodi sekunder yang bekerja lebih cepat dan berlimpah dibandingkan respon antibodi primer. IgG merupakan satu-satunya antibodi yang dapat masuk melalui plasenta dari ibu ke janin di dalam kandungan dan berfungsi untuk melindungi janin dan bayi baru lahir dari penyakit hingga sistem kekebalan tubuh bayi dapat menghasilkan antibodi sendiri.
      Immunoglobulin M (IgM) adalah antibodi yang dihasilkan oleh tubuh secara alami ketika suatu infeksi terjadi. IgM di hasilkan pada pemaparan awal oleh suatu antigen. IgM melakukan respon antibodi primer. IgM adalah merangsang fagositosis mikroba oleh makrofag

      Hapus
  3. Mengapa pada pemeriksaan terhadap pasien ig A lebih peka dibandingkan dengan ig G pada infeksi primer maupun skunder?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan pada penelitian di sampel infeksi primer, perbandingan positif IgA (tahapan sakit akut dan konvalesen masing-masing 57,1%) lebih besar daripada IgG ELISA (tahapan sakit akut 0%, tahapan konvalesen 14,3%). Di infeksi sekunder, perbandingan positif IgA (tahapan sakit akut 91,3%; tahapan konvalesen 78,3%) dan perbandingan IgG ELISA (tahapan sakit akut 87%, tahapan konvalesen 100%). Balmaseda et al. menyatakan rerata positif (positive rate) IgA dalam serum bermakna lebih tinggi di infeksi sekunder daripada yang primer. Hasil telitian ini pun menunjukkan rerata positif IgA lebih tinggi daripada IgG di infeksi sekunder daripada yang primer.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 13

Kimia Medisinal 9

Kimia Medisinal 4